Jumat, 30 Maret 2012

PASANGGIRI SENI SUNDA 12

Warisan Budaya Sunda Mulai Ditinggalkan
Bandung, (12/03/2012)
Melalui kegiatan pasanggiri seni sunda yang diselenggarakan Lingkung Seni Mahasisa (Lisma) Unpas Bandung, menjadi salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan sunda. Walikota Bandung Dada Rosada usai membuka Pasanggiri Seni Sunda Ke XII menuturkan, kesenian sunda tidak terlepas dari adat istiadat, kebiasaan dan juga falsafah kehidupan orang sunda dalam memelihara hubungan dengan sang pencipta, sesama manusia dan alam sekitarnya. Selain itu, seni mempunyai dua fungsi yaitu, sebagai tontonan dan tuntunan.
"Sebagai tontonan, seni bisa menampilkan berbagai keindahan sebagai sarana hiburan rakyat. Sedangkan sebagai tuntunan, karena melalui seni banyak ajakan dalam kehidupan ini, yang diselaraskan dengan norma dan etika yang ada di masyarakat," terang Walikota, di Auditorium Unpas. Jl. Tamansari, Senin (12/03).
Menurut Dada, dengan adanya pasanggiri juga, akan dapat melahirkan bibit-bibit seniman baru, di samping lebih mengenalkan kesenian-kesenian daerah yang ada kepada masyarakat. Dada menyesalkan, kesenian tradisional yang ada sekarang banyak terdesak oleh produk dari daerah lain bahkan dari negara lain.
"Satu hal yang penting, sebagai penunjang budaya nasional, seni perlu dipelihara, dikembangkan dan ditingkatkan lagi, karena seni sudah menjadi salah satu industri pariwisata," ujarnya. Dada Rosada mengatakan, Pemkot sudah mendeklarasikan Kota Bandung sebagai kota seni budaya dan kota kreatif. "Untuk mendukung itu semua, agar pasanggiri ini dilaksanakan setahun sekali, sehingga dapat menjadi agenda tahunan," pinta Dada.
Berkaitan dengan penataan kawasan seni dan budaya di kawasan Bandung Timur, imbuh Dada, saat ini perwalnya sudah ditandatangani. "Kita tinggal melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunannya," jelas Dada.
Pasanggiri Seni Sunda ke XII, Antar SD, SMP, SMA se-Jabar, dimulai 12 - 18 Maret. Jumlah peserta sebanyak 214 peserta dari 101 sekolah yang ada di Jawa Barat. Kategori yang dilombakan meliputi Tari Jaipong SD s/d SMA, Tradisi Rampak SD, Tradisi Tunggal SMP dan SMA, Anggana Sekar SD, SMP-SMA putra/putri, Pencak Silat Rampak SD Putra/putri, Pembacaan Puisi Sunda SMP-SMA. Piala yang diperebutkan diantaranya, Piala Gubernur, Walikota dan Rektor Unpas. (Dadi Mulyadi).

Rabu, 16 November 2011

Selayang Pandang Lingkung Seni Mahasiswa (LISMA)

Lisma merupakan suatu wadah kreatifitas yang dibangun oleh mahasiswa yang memiliki minat, bakat, dan hobi dibidang seni dan budaya sunda khususnya. Lisma merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa perkembangan dari KLINIK TEATER yang berdiri pada tahun 1979 yang beraktifitas dibidang Seni Pemeranan / Teater, kemudian ssejak tanggal 19 April 1984 KLINIK TEATER berubah menjadi LINGKUNG SENI MAHASISWA yang di dalamnya tidak hanya bergerak dalam seni pemeranan atau teater saja, tetapi juga mengapresiasi unit kesenian: PADUAN SUARA, dan KESENIAN DAERAH SUNDA. pada tahun 1990 bertambah satu unit lagi, yaitu UNIT TARI KONTEMPORER, yang kemudian di ganti menjadi TARI KREASI BARU, dan saat ini menjadi TARI KREASI.  Pada tahun 1994, unit FOTOGRAFI pun menambah unit kegiatan di Lingkung Seni Mahasiswa Universitas Pasundan Bandung, sehingga pada saat ini jenis kegiatan yang ada di Lingkung Seni Mahasiswa Unpas Bandung terdiri dari :

1. TEATER DAN SASTRA (TESAS)
2. PADUAN SUARA DAN MUSIK (PSM)
3. KESENIAN DAERAH SUNDA (KDS)
4. TARI KREASI (TAKRE)
5. FOTOGRAFI (FG)